Kamis, 11 September 2014

Air Terjun Bissappu, Keindahan Sempurna di ButtaToa Kabupaten Bantaeng

Air Terjun Bissappu, Keindahan Sempurna di ButtaToa Kabupaten Bantaeng 

Akhirnya saya memutuskan untuk tidak menggalau gara-gara berkas yang tak kunjung selesai dan login yang tidak berhasil (nasib pendaftar CPNS) dengan menutup laptop dan membiarkan sebagian berkas saya terhambur. Padahal sebelumnya rencana saya sudah matang untuk membawa berkas lamaran CPNS saya di Kabupaten Bantaeng. Tetapi apa daya Tuhan punya rencana lain. Saya tetap memutuskan ke Bantaeng, menemani teman untuk mendaftar sekaligus bertanya-tanya tentang masalah saya yang login tetapi bukan data saya dan juga jalan-jalan ke Air Terjun Bissappu. Daripada galau tingkat dewa mending saya pergi tidur. 21.37 saya mematikan semua handphone dan saatnya kita menutup mata. 
Depan Kantor BKD Bantaeng bersama Nabila
06.05 pagi, saya terbangun oleh suara alarm yang mengiung-ngiun dan sangat mengganggu saya. Dengan mata yang masih setengah merem setengah melek saya bangun. Saya bangun dan langsung duduk mencari tablet saya, sambil mengecek sosmed. Lihat apdetan teman-teman yang terbaru, mulai dari path. Line, facebook, twitter dan instagram. Rutinitas pagi saya ini bisa menghabiskan waktu hampir sejam. Setelah puas saya mencoba bangkit untuk menuju kamar mandi untuk mencuci muka. 
Masjid Agung Syekh Abdul Gani Kab. Bantaeng
Sementara saya masih di kamar mandi, hape saya berdering, ada panggilan masuk, ternyata dari Dina, dia hanya mengecek apakah saya sudah bangun. Jam di handphone saya sudah menunjukkan pukul 07 lebih 11 menit. Saya baru ingat jika barang-barang saya belum ada yang siap. Saya mengambil selembar baju, selembar celana pendek dan selembar kolor, saya rasa itu sudah cukup karena kita cuma sehari, tidak menginap.
07.27 pagi, masih di kamar lantai 3, rumah nomor 54 di Jalan Cumi-cumi, Kelurahan Malimongan Baru, Kecammatan Bontoala, Kota Makassar, Sulawesi Selatan Indonesia, saya berjuang melawan dinginnya air yang menggigit hingga ke tulang. Saya sih sama dengan cowok pada umumnya, ritual mandi hanya diisi dengan acara sikat gigi, pakai sabun, pakai sampo, bilas, yah sudah deh, pakai sarung lagi (tidak suka pakai handuk kalau selesai mandi). 
Air Terjun Bissappu dan pepohonan hijau di sekelilingnya
Air Terjun Bissappu dan Bongkahan Batu-Batu Yang Besar
Bongkahan Batu Yang Ada Di Muara Air Terjun Bissappu
 08.38, setelah menunggu sekian lama, akhirnya Dina datang juga bersama Mardi mengangkut kami (saya, Aswan dan Mitha). Untung dalam waktu sejam lebih menunggu Aswan dan Mitha datang. Hahhahaha. Mobil mulai melaju di Jalan Urip Sumeharjo menuju jalan A.P. Pettarani yang lumayan padat merayap. Mardi yang mengemudikan mobil menyalakan weser kiri ketika di depan gerbang jalan Hetasning Raya, yah kita akan menjemput si Nabila yang akan mendaftar di Kabupaten Bantaeng.  Berselang beberapa menit, kami sudah sampai di depan guest house Nabila. Nabila sudah menunggu di depan rumah, setelah memasukkan barangnya, Nabila masuk ke dalam mobil, saya Aswan, dan Mitha kenalan dengan Nabila. Nabila dengan logatnya yang sangat mendok Jawa Timur akhirnya bisa akrab dan bercanda dengan kami. Perjalanan berlanjut membelah poros Makassar – Bantaeng. Perjalanan kami berujung di Jalan Andi Mannappiang Nomor 5 Bantaeng di Kantor Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Bantaeng, setelah sempat lewat karena ternyata kantor BKD Bantaeng berada di belakang kantor Bupati Bantaeng. 
AIR TERJUN BISSAPPU
Pukul 14 lebih, kami memninggalkan kantor BKD Kab. Bantaeng, akhirnya selesai juga Nabila mendaftar, setelah 2 kali salah, yang pertama salah map dan yang kedua salah surat lamaran. Perjalanan menuju arah Makassar kami kembali tempuh, namun perjalanan kami tak semulus paha cherrybelle, karena macet di beberapa ruas jalan. Jalan poros sempat ditutup dan banyak polisi yang mengatur lalu lintas, meskipun demikina macet tak terhindarkan karena hari itu jam itu menit itu serta detik itu bertepatan dengan pembukaan acara PORDA alias PEKAN OLAH RAGA DAERAH. Kabupaten Bantaeng selaku tuan Rumah. Karena sudah waktu dhuhur, akhirnya kami memutuskan untuk singgah di masji Agung Syekh Abdul Gani Bantaeng, arsitekturnya bergaya modern. Lumayan memanjakan mata. Hampir pukul stengah 3 sore, kami berlanjut menuju Wisata Alam, Air Terjun Bissappu. 
GAK SELFIE GAK SERU
Berjarak 5 KiloMeter (sebelah kanan, ada rambu) dari poros Bantaeng – Makassar (sekitar 15 menit dari kota Bantaeng jika menuju Kota Makassar). Mobil yang membawa kami sudah melaju membelah jalan sempit dengan pemandangan yang membuat kami berdecak kagum. Belum puas kami berdecak kagum, akhirnya mobil berhenti.  Selamat datang di Wisata Alam, Air Terjun Bissappu. Setelah mengambil barang-barang yang kami butuhkan untuk di lokasi Air Terjun nanti, kami berjalan beriringan. Dengan membayar uang masuk, Rp. 5.000 per orang dan uang parkir mobil Rp.5.000 kami diperbolehkan masuk. Suara gemuruh air terjun mulai terdengar. Udaranya sangat sejuk dan sangat jauh dari yang namanya polusi. Setelah berjalan kira-kira sekitar 30 meter, air terjun cantik pun sudah kelihatan. Hanya kata “WAWWWW” yang bisa kami ucapkan sambil bengong. Maha indah ciptaan Tuhan.  Kesempatan emas tidak kami lewatkan dengan memotret keindahan Air Terjun Bissapppu. Sangat jauh berbeda denga keadaan yang ada di Makassar, udaranya sangat sejuk, mata disuguhi dengan pemandangan warna hijau di sekitaran air terjun. Tempat ini serasa milik pribadi, hanya kami berenam, yang ada di lokasi Air Terjun Bissappu. Setelah menuruni beberapa anak tangga, akhinya kami mentok diujung jalan yang dilapisi semen. Kami berjalan dengan hati-hati menuruni bongkahan batu-batu yang besar. Seperti biasa aktivitas utama kami adalah berfoto sampai hape lowbat. 
DENGAN LATAR AIR TERJUN
Air Terjun Bissappu dengan ketinggian lebih 50 meter, hampir sama dengan air terjun Cobang Rondo yang ada di Jawa Timur, tepatnya di Kabupaten Malang. Airnya sangat jernih. Lumayan dingin dan sangat segar. Dinginnya berbeda dengan dingin air PAM yang ada di kota, pokonya dingin tapi menyegarkan.  Air Terjun Bissappu berada di tengah-tengah hutan yang memiliki vegetasi beraneka ragam. Untuk menuju kolam jatuhnya air, sangat susah, butuh keahlian khusus dan peralatan khusus untuk bisa sampai di kolam jatuhnya air. Hal ini di karenakan batuannya yang sangat besar dan lumayan licin. Kami tidak ada yang berani untuk memanjat sampai ke kolam jatuhnya air. Jika dicermati dari batuan yang ada di muara, air terjun ini terbentuk karena adanya longsor yang terjadi besar-besaran, entah itu berapa puluh tahun sebelumnya atau mungkin ratusan tahun sebelumnya. Maklum saya bukan ahli geologi atau semacamnya. Hahaha. 
Forever Friends
Tak henti-hentinya kami memuja kebesaran Tuhan, yang telah menciptakan alam semesta ini dengan berbagai macam keindahan alamnya. Puas menikmati sejuknya udara, hijaunya pemandangan, saatnya main-main air. Setelah Nabila, Dina dan Mitha berganti pakain di balik bongkahan batu yang besar, mereka langsung menuju ke kolam-kolam kecil yang terbentuk secara alami. Saya dan Aswan pun tidak mau ketinggalan meskipun saya lebih duluan yang nyebur. Mardi juga sangat ingin, tetapi dia tidak membawa pakain ganti, akhirnya dia Cuma melihat kami bermain air. 
Hari Yang Indah Bersama Sahabat
Hari semakin sore, kami memutuskan untuk berhenti main air dan saatnya untuk pulang. Setelah berganti pakaian, perjalanan kami lanjutkan menuju kota Makassar tercinta. Di sepanjang jalan kami disuguhi dengan parade Senja dan matahari terbenam, sayang kami buru-buru sehingga tidak sempat untuk singgah untuk memotret. Meski sebelumnya kami menyempatkan singgah makan malam di bakso Raksasa kota takalar kabupaten Takalar. perjalanan berlanjut dengan berbagai cerita yang sambung menyambung antara yang satu dengan yang lainnya. 
Bermain Air di Sekitaran Air Terjun Bissappu
Tanpa terasa kami sudah memasuki wilayah kota Makassar. Pukul 9 malam lebih, saya sudah kembali menginjakkan kaki di rumah warna Jingga di jalan Cumi-Cumi no 54, Kelurahan Malimongan Baru, Kecamatan Bontoala, Kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan, Indonesia. Alhamdulillahi rabbil aalamin. Segala puji untuk Allah, Tuhan semesta Alam. 
Thankz atas kegilaan kalian
Akhirnya Air terjun bissappu yang duluu saya hanya bisa nikmati di Internet, kini telah saya nikmati aslinya dan itu jauh lebih indah.

Terima kasih Tuhan ku yang telah menciptakan semesta alam dengan keindahannya
Terima kasih Pahlawanku yang telah memperjuangkan kemerdekaaan Indonesia, berkat kalian Indonesia yang Indah ini bisa kami nikmati ddengan nyaman dan aman. Semoga Engkau damai di sisi-Nya
Terima kasih INDONESIA ku tercinta, negeri dengan sejuta keindahan alam.
Terima kasih orang tuaku yang telah melahirkanku  kebumi Indonesia yang sangat indah ini
Terima kasih Dina, Nabila, Mitha, mardi dan Aswan, apalah arti perjalanan ini tanpa kegilaan kalian.

Terima Kasih Tuhanku, Pahlawanku, Indonesiaku, Kedua Orang Tuaku Dan Sahabat2ku



ACHYIE SABANG

Tidak ada komentar:

Posting Komentar