Sabtu, 12 Oktober 2019

Mengunjungi Bukit Nane Pulau Polassi Yang Lagi Viral di Sosial Media

Polassi, salah satu nama pulau di Kabupaten Kepulauan Selayar yang akhir-akhir ini menjadi buah bibir para traveler, khususnya traveler lokal Selayar maupun traveler dari luar Pulau Selayar, termasuk traveler Sulawesi Selatan dan  beberapa traveler dari Pulau Jawa. Pulau ini menjadi viral karena memiliki spot yang sangat instagramable, yang katanya KW Pulau Padar Labuan Bajo, Flores. Secara administrasi Pulau Polassi terletak di desa Polassi, Kecamatan Bontosikuyu, berdekatan dengan pulau Bahuluang dan Tambolongan. Pulau ini merupakan pulau berpenduduk, dan bahkan pulau ini memiliki SD SMP Satu atap. Perkampungan penduduk terpusat pada Pesisir Timur pulau ini.
Pulau ini menjadi viral karena di ujung selatannya memiliki bukit yang dikenal dengan nama Bukit Nane. Dari puncak bukit Nane kita akan disuguhkan pemandangan sekeliling pulau yang menakjubkan. Pemandangan perairan Selayar yang berwarna biru menyatu dengan garis horizon, pantai-pantai pasir putih yang mengelilingi pulau dengan airnya yang jernih memadukan warna biru dengan tosca.

Untuk menuju pulau ini butuh tenaga dan persiapan yang matang. Tidak boleh asal-asalan. Dari Kota Benteng menuju ke Kampung Turungan butuh waktu kurang lebih 45 menit berkendara menggunakan sepeda motor. Kampung Turungan merupakan perkampungan Nelayan yang merupakana salah satu gerbang terdekat untuk menuju ke Pulau Polassi. Dari perkampungan ini butuh waktu sekitar 3 jam untuk sampai ke Pulau Polassi jika ombak bersahabat dan bukan musim timur. Saat ini kapal regular yang melayani penyeberangan ke Pulau Polassi belum ada, jadi jika ingin ke Pulau Polassi harus mencarter kapal nelayan lokal di perkampungan Turungan. Makanya butuh persiapan dana perencanaan yang matang. Bukan tiba masa tiba akal. Selain untuk urusan transportasi, urusan logistic juga penting. Walaupun pulau Polassai termasuk pulau berpenghuni, tetapi jangan harap menemukan penjual makanan di sekitar Bukit Nane. Tidak ada. Jadi harus membawa bekal. Karena waktu perjalanan pergi pulang lumayan lama. Kurang lebih 8 jam perjalanan dengan perhitungan Kota Benteng – Kampung Turungan 45 menit, persiapan keberangkatan di kampung Turungan kurang lebih 15 menit, perjalanan Turungan – Pulau Polassi kurang lebih 3 jam perjalanan laut, dengan kondisi ombak yang mengajak untuk bergoyang pada saat kapal sudah melewati Pulau Bahuluang. Total kurang lebih 4 jam untk perginya, dan pulangnya pun hampir sama, sehingga waktu perjalanan kurang lebih 8 jam.

Jika sudah tiba di Pulau Polassi, untuk sampai di Puncak Bukit Nane, terdapat dua jalur, yaitu jalur barat dan jalur timur. Jalur barat, rute tanjakannya lebih ekstrim, dan lebih cepat sampainya, ombak yang dihadapi pun lumayan tenang jika memilih untuk menempuh jalur barat. Berbeda dengan jalur timur, jalur timur kondisi medannya lebih landai sehingga penanjakan lebih santai, tetapi agak panjang dan lama perjalanannya. Untuk sampai pada titik star awal penanjakan menggunakan jalur timur, perahu/kapal mesti mengitari pulau, sehingga peluang untuk bertemu ombak yang lumayan bisa mengajak untuk goyang ombak sangat besar. Bagi yang punya nyali dan tenaga besar, biasanya memilih jalur barat, tetapi bagi mereka yang ingin perjalanan santai dan bisa jepret-jepret di tengah perjalanan pasti memilih jalur timur. Jalur barat dengan kondisi kemiringannya yang hampir tegak lurus, sehingga butuh tenaga ekstra pada saat menanjak, dan butuh tenaga double ekstra serta mental kuat jika akan turun. Tetapi semua perjalanan baik melalu jalur timur ataupun jalur barat akan terbayrkan ketika sudah sampai di Puncak Bukit Nane. Angin yang semilir bertiup seolah bersyair menyanyikan lagu selamat datang kepada siapapun yang datang. Rerumputan pun tak kalah menunjukkan tarian terindahnya menyambut kehadiran tamunya. Di kejauhan di bawah, ombak bergulung-gulung dan saling berkejaran menuju pantai. Birunya laut yang menyatu dengan horizon memberikan ketenangan dan kedamaian setelah proses perjuangan sampai ke puncak. Tidak usah terlalu terburu-buru untuk jepret sana dan sini, nikmatilah suguhan alam yang bersimfoni menyatu membentuk irama dan pemandangan yang tak terlupakan. Dendangan angin, tarian rerumputan, atraksi ombak hingga kedamaian yang ditawarkan oleh birunya laut menyatu membentuk senyawa yang kuat dengan ikatan tak terpisahkan bernama BUKIT NANE.
Bukit Nane dengan segala keindahannya, pantai pasir putih, bukit savanna, dan pemandangan laut yang adem merupakan anugerah luar biasa dari Tuhan yang sepantasnya dan seharusnya disyukuri, dijaga dan dilestarikan. Membiarkannya tetap indah tanpa campur tangan manusia, menjaganya dari sampah yang bisa merusak ekosistem, dan tidak melakukan vandalism merupakan salah satu aksi kecil yang dampak positifnya sangat  besar untuk klestarian Bukit Nane sehingga generasi berikutnya juga bisa tahu dan menyaksikan keindahan Bukit Nane secara langsung, bukan dari cerita orang.
Terima kasih Selayar, terima kasih @anakrumahan98 dan @OpenTripSelayar yang sudah mengajak saya untuk liburan kesini dan hospitalitynya yang luar biasa ketika saya di Selayar. Ah aku jatuh cinta lagi dengan kabupaten terselatan di Sulawesi Selatan ini. Selayar, aku jatuh cinta.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar